Inilah Beberapa Strategi Yang Akan Digunakan KPU Dalam Rencana Mereka Mengadakan Pemilihan Umum
- Berita Terbaru Politik

Inilah Beberapa Strategi Yang Akan Digunakan KPU Dalam Rencana Mereka Mengadakan Pemilihan Umum

Berita Terbaru Politik – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan meminta koordinator dari keputusan 2020 untuk mendalangi penampilan pemilih di stasiun survei (TPS) 9 Desember. Ini untuk mengurangi potensi kawanan di stasiun survei. Karena, seperti diketahui, kali ini keputusan diadakan dalam keadaan pandemi Covid-19. “Itu tidak resmi, namun dipercaya untuk mengurangi kemampuan kelompok dan mengedarkan pemilih secara adil selama masa demokrasi,” kata Viryan kepada wartawan, Kamis (16/7/2020). Viryan menyatakan, yang mungkin kemudian disetujui untuk mengontrol waktu penampilan pemilih di TPS adalah pertemuan koordinator survei (KPPS) atau pejabat TPS.

Inilah Beberapa Strategi Yang Akan Digunakan KPU Dalam Rencana Mereka Mengadakan Pemilihan Umum

Sebelum hari demokrasi tiba, KPPS akan menyusun, misalnya pemilih untuk kepentingan A, B, C, mendapat giliran memberikan suara pada pukul 08.00 hingga 08.15. Sementara pemilih D, E, F didekati untuk pergi ke stasiun survei antara 08.15 hingga 08.30. Rencana permainan waktu penampilan di stasiun survei, kata Viryan, akan dimuat dalam struktur C6 atau salam bagi pemilih untuk memberikan suara. Struktur disebarluaskan kepada pemilih yang mendekati hari survei. “Memang, itu disampaikan dalam C6 dengan tujuan bahwa pemilih akan mengetahuinya,” kata Viryan. Perencanaan pendaratan pemilih di stasiun survei tidak diarahkan dalam Peraturan KPU (PKPU). Bagaimanapun, KPU akan mengaturnya dalam aturan khusus (aturan khusus) dari keputusan 2020.

“Pengaturan untuk 9 Desember adalah jenis aktualisasi konvensi Covid-19 yang membatasi kawanan pada satu titik secara bersamaan,” kata Viryan. Viryan menyatakan, meskipun menetapkan waktu penampilan pemilih di stasiun survei, ada berbagai hal baru yang akan dieksekusi dalam keputusan tahun ini sebagai jenis konvensi kesejahteraan untuk mencegah penularan infeksi. Untuk mulai dengan, penurunan jumlah pemilih per stasiun survei sebesar 37,5 persen atau dari 800 orang menjadi 500 orang. Kedua, sebelum melakukan kewajibannya, pejabat TPS harus dibebaskan dari Covid-19, yang dinyatakan dalam tes cepat. Ketiga, pemilih harus mengenakan kerudung saat mereka pergi ke stasiun survei. Orang-orang yang tidak mengenakan selimut akan diberikan kerudung oleh koordinator.

Sebelum memasuki stasiun survei, pemilih harus diperiksa untuk tingkat panas internal dan menegaskan untuk tidak memiliki tingkat panas internal lebih dari 37,3 derajat Celcius. Pada saat itu, pemilih akan diberikan sarung tangan plastik yang bisa dibuang. Setelah melakukan pemungutan suara, pemilih tidak akan didekati untuk memasukkan jari mereka ke dalam botol tinta, namun jari-jari mereka akan dibasahi dengan tinta sebagai bukti pemberian hak suara. “Ini adalah janji KPU untuk kesejahteraan dan keamanan pemilih,” kata Viryan. Sebagai catatan, keputusan 2020 diadakan di 270 lokal di Indonesia, yang mencakup 9 wilayah, 224 wilayah, dan 37 komunitas perkotaan. Pada awalnya, hari keputusan politik akan digantung pada 23 September. Meskipun demikian, karena Covid-19 menyala, pemilihan hari pemungutan suara ditunda hingga 9 Desember 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *