Tips Membersihkan Lantai Beton Sesuai Jenisnya
- Seputar Kebersihan Terkini

Tips Membersihkan Lantai Beton Sesuai Jenisnya

Jasa Poles Marmer Jakarta – Dulu, beton bahan bangunan biasa digunakan untuk membangun ke permukaan teras, trotoar, jalan masuk, ruang bawah tanah, dan garasi, ia telah dipindahkan ke dalam ruangan menjadi lantai dan meja yang canggih. Beton sangat tahan lama dan mudah dirawat jika Anda merawatnya dengan benar. Berikut tips perawatannya :

 

 

Tips Membersihkan Lantai Beton Sesuai Jenisnya

 

 

1. Sebelum Anda Mulai
Untuk melindungi lantai Anda dari kerusakan dan membersihkannya secara efektif, penting untuk mengetahui jenis finishing apa yang ada pada beton. Noda dan tumpahan harus dibersihkan dan ditangani secepat mungkin pada semua jenis beton.

-Tertutup
Beton tertutup dilapisi dengan resin akrilik, tembus silikat, epoksi, atau uretan sehingga tidak berpori dan tahan noda.
-Dipoles
Beton dapat dipoles basah atau dikeringkan hingga hasil akhir mengkilap yang tidak perlu di-wax atau dilapisi ulang. Tingkat kemilau dapat dipilih, dan beton dapat diwarnai agar terlihat seperti marmer, granit, atau batu poles lainnya.
-Bernoda
Jika abu-abu bukan warna favorit Anda, ada noda dalam berbagai warna untuk mewarnai beton yang baru dituang atau beton yang lebih lama. Noda menembus beton dan bersifat permanen. Hasil akhir kemudian dapat disegel atau dibiarkan terbuka.
-Dicap
Seringkali disebut beton cetak atau bertekstur, beton cap dapat meniru batu, bata atau bahkan kayu. Beton biasanya diwarnai dan dapat dibiarkan terbuka atau disegel agar lebih tahan lama.
-Dilukis
Meskipun beton mudah menerima noda, akan lebih sulit untuk mendapatkan permukaan yang tahan lama dengan cat berbasis minyak atau lateks. Jika permukaan telah dipoles atau disegel, cat tidak akan menempel dengan benar, dan akan terjadi pengelupasan.
-Tidak tersegel
Beton yang dituangkan tanpa perawatan tambahan dibuka segelnya. Hal ini membuat permukaan keropos secara alami dan rentan terhadap noda, terutama noda cair seperti minyak.

2. Membersihkan Lantai Beton Tertutup
Karena lantai beton bersegel tidak keropos, mereka tahan terhadap sebagian besar noda sehingga pembersihan menjadi sangat mudah.

Yang Anda Butuhkan

-Cairan pencuci piring
-Air
-Alat
-Sapu, pel debu, atau penyedot debu
-Bucket atau wastafel dalam

Langkah-langkahnya :
-Hapus Debu dan Puing Permukaan
Sapu, vakum atau pel debu secara teratur untuk membantu mencegah goresan dari kotoran dan pasir.

-Campur Larutan Pembersih dan Pel Basah
Setiap minggu, campurkan dua galon air hangat dan dua sendok teh cairan pencuci piring ke dalam ember atau wastafel. Mengepel lantai dengan larutan tersebut.

-Bilas dan Keringkan
Kembali ke lantai dengan air bersih untuk membilas sisa sabun. Biarkan lantai mengering.

3. Membersihkan Lantai Beton yang Dipoles
Beton poles merupakan beton perawatan yang paling mudah karena tidak perlu disegel kembali.

Yang dibutuhkan :
– Pembersih beton yang dipoles komersial
– Debu pel atau vakum
– Pel basah

Langkah-langkahnya :
-Pel Debu Secara Teratur
Gunakan pel debu atau penyedot debu untuk menghilangkan debu dan kotoran di permukaan.

-Bersihkan dengan Pembersih Komersial
Jika kotor dengan kotoran atau tumpahan, lap basah dengan pembersih beton komersial yang dipoles dengan pH netral. Kebanyakan pembersih tidak perlu dibilas. Selalu baca petunjuk produk.

4. Membersihkan Lantai Beton Yang Dicat
Lantai beton yang dicat dapat memiliki permukaan yang tertutup atau tidak disegel. Untuk melindungi cat dan pelapis, penting untuk menghindari pembersih yang keras atau asam yang dapat merusak lapisan.

Yang dibutuhkan :
– Pembersih serbaguna yang ringan
– Air
– Debu pel atau vakum
– Microfiber pel
– Bucket atau bak cuci piring

Langkah-langkahnya :
-Debu Mop atau Vacuum
Mengepel atau menyedot debu lantai secara teratur untuk menghilangkan pasir permukaan dan tanah yang dapat menggores lapisan cat.

-Campur Larutan Pembersih dan Pel
Setelah menyedot debu, campurkan larutan pembersih dari air hangat dan pembersih serbaguna seperti Whole Foods Market 365 All Purpose Cleaner. Gunakan kain pel mikrofiber yang hanya sedikit basah dengan larutan pembersih. Jangan gunakan kelembapan yang berlebihan karena dapat merusak cat dan menyebabkannya mengelupas.

-Bilas dan Keringkan
Selalu bilas bersih dengan kain pel yang dibasahi air biasa untuk menghilangkan sisa sabun dan biarkan lantai mengering.

5. Membersihkan Lantai Beton Unsealed atau Beton Eksterior
Meski mudah dirawat, lantai garasi, trotoar, dan teras akan terlihat lebih baik dengan pembersihan yang baik.

Yang dibutuhkan :
-Trisodium fosfat
-Air
-Penghilang noda (bervariasi tergantung pada jenis noda)
-Sapu berbulu halus atau penyedot debu toko
-Selang atau ember taman
-Tekanan mesin cuci (opsional)
– Sarung tangan karet

Langkah-langkahnya :
-Bersihkan Puing dan Kotoran yang Longgar
Mulailah dengan menyingkirkan apa pun yang ada di atas beton. Sapu puing-puing dan kotoran dengan sapu berbulu kaku atau gunakan tempat kosong di toko.

-Pembersihan Keseluruhan
Cara termudah untuk membersihkan beton eksterior adalah dengan mesin pencuci bertekanan yang diisi dengan larutan trisodium fosfat dan air. Mengenakan sarung tangan karet, ikuti petunjuk pencampuran pada produk.

Jika Anda tidak memilikinya, basahi beton dengan selang taman dan gunakan sikat berbulu kaku seperti sapu dorong untuk mendistribusikan trisodium fosfat dan membersihkannya. Selesaikan pembersihan dengan bilas yang baik dan biarkan area tersebut mengering.

-Hapus Noda Minyak
Taburi area bernoda dengan selapis tepung maizena atau kotoran kucing kering. Biarkan tetap di tahan setidaknya tiga hari untuk menyerap minyak. Butuh waktu itu karena beton yang tidak disegel itu keropos dan minyaknya sangat dalam. Sedot debu. Ulangi jika perlu.

-Noda Makanan dan Minuman
Campur dua sendok makan cairan pencuci piring dengan satu liter air. Dengan menggunakan sikat kaku, oleskan campuran tersebut dan gosok dengan baik. Jika noda berminyak, oleskan cairan langsung ke noda dan gosok. Bilas bersih dengan air biasa.

-Tanda Ban
Basahi area tersebut terlebih dahulu dan oleskan degreaser di atas noda. Biarkan pembersih bekerja setidaknya selama empat jam lalu gosok dengan sikat kaku. Bilas sampai bersih.

-Noda Karat
Jika noda karatnya ringan, tuangkan cuka putih suling pada noda dan biarkan bekerja minimal 30 menit, lalu gosok dengan sikat kaku dan bilas. Jika noda besar dan gelap, gunakan penghilang karat komersial yang mengandung asam oksalat.

-Noda Jamur
Dengan menggunakan sarung tangan karet, campurkan dua sendok makan bubuk deterjen bubuk, dua sendok makan trisodium fosfat (TSP), dan air satu liter.

Gosok area berjamur dengan sikat berbulu kaku dan larutan pembersih, lalu bilas hingga bersih.

Untuk noda jamur yang sangat berat, gunakan pemutih klorin dan larutan air. Campurkan satu cangkir pemutih untuk setiap galon air dan gosok area tersebut dengan sikat kaku lalu bilas hingga bersih.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *